
Crime-news.id ,KUPANG — Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur mewisuda 439 sarjana dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-15 pada Rabu, 9 September 2026. Wakil Gubernur NTT Irjen Pol. (Purn.) Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., dan Bupati Kupang Yosef Lede, S.H., hadir dalam acara tersebut.
Johni mengatakan wisuda bukan akhir perjalanan pendidikan. Para lulusan, kata dia, perlu memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk menciptakan peluang dan lapangan kerja.
“Jadilah pencipta lapangan kerja, jangan hanya menunggu lowongan. Kerjakan apa yang ada di depan mata, mulai dari hal sederhana, bangun dari proses,” kata Johni dalam sambutannya.
Ia meminta para lulusan terus belajar dan tidak cepat berpuas diri. Menurut dia, dunia kerja membutuhkan kemampuan untuk beradaptasi dan mengembangkan diri secara berkelanjutan.
“Kuncinya satu: tetaplah belajar seumur hidup,” ujarnya.
Yosef Lede: Ilmu Harus Dipakai untuk Membangun Daerah
Bupati Kupang Yosef Lede memiliki hubungan khusus dengan UPG 1945 NTT. Ia merupakan alumni Fakultas Hukum universitas tersebut. Yosef mengatakan pernah berdiri di podium kampus itu sebagai wisudawan pada 2023 dan kini kembali dalam kapasitas sebagai kepala daerah.
“Dua kali saya berdiri di podium ini, dulu sebagai wisudawan, kini sebagai Bupati Kupang. Ini kebanggaan luar biasa,” kata Yosef.
Menurut dia, pendidikan tidak boleh berhenti pada perolehan gelar akademik. Ilmu yang diperoleh lulusan harus diterapkan untuk membantu keluarga, masyarakat, dan daerah.
“Ilmu yang kalian pelajari bukan sekadar untuk dipajang di dinding, tapi untuk dijalankan membangun keluarga, membangun daerah, membangun NTT,” ujarnya.
Yosef juga menyampaikan rencana Pemerintah Kabupaten Kupang memperkuat dukungan pendidikan melalui program beasiswa. Pemerintah daerah, kata dia, akan menyiapkan dukungan bagi warga Kabupaten Kupang dan aparatur sipil negara yang berprestasi untuk melanjutkan pendidikan hingga jenjang doktoral.
Selain pendidikan, Yosef mendorong lulusan mengembangkan kewirausahaan. Ia mengingatkan agar pilihan masa depan tidak semata-mata diarahkan menjadi aparatur sipil negara.
“Jangan hanya mengejar menjadi ASN. Ciptakan peluang sendiri dan bangun kemandirian ekonomi,” kata dia.
Yosef juga menyatakan Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus memfasilitasi perkembangan UPG 1945 NTT. Menurut dia, dukungan tersebut penting karena banyak mahasiswa universitas itu berasal dari wilayah Kabupaten Kupang.
Rektor Ajak Lulusan Mengabdi
Rektor UPG 1945 NTT Uly Jonathan Riwu Kaho mengatakan 439 lulusan yang diwisuda kini menjadi bagian dari keluarga besar alumni universitas.
Ia berharap para lulusan menjaga nama baik almamater dan menerapkan keahlian mereka melalui karya nyata di tengah masyarakat.
“Jadilah teladan di masyarakat dan mengabdilah melalui karya sesuai keahlian masing-masing,” kata Uly.
Wisuda tersebut dihadiri Ketua BPH PGRI Dr. Semuel Haning, S.H., M.H., jajaran pimpinan dan dosen UPG 1945 NTT, perwakilan LLDIKTI Wilayah XV, unsur Forkopimda Provinsi NTT, Sekretaris Daerah Kota Kupang, tokoh masyarakat, serta orang tua wisudawan.
Bagi 439 lulusan, prosesi wisuda menjadi awal untuk memasuki dunia pengabdian dan kerja. Pesan yang disampaikan para pemimpin daerah menempatkan mereka bukan sekadar sebagai pemegang ijazah, tetapi sebagai bagian dari sumber daya manusia yang diharapkan mampu menciptakan peluang dan ikut menggerakkan pembangunan NTT.






