
crimenews.KUPANG — Bupati Kupang Yosef Lede menghadiri perayaan HUT ke-81 Jemaat GMIT Efata Taninri’in–Tunbaun sekaligus peletakan batu pertama pembangunan gedung kebaktian jemaat, Minggu, 20 September 2026. Pembangunan gereja baru itu menjadi bagian dari perjalanan panjang jemaat yang telah berlangsung lebih dari delapan dekade.
Dalam sambutannya, Yosef mengatakan usia 81 tahun merupakan perjalanan panjang yang tidak lepas dari tantangan dan penyertaan Tuhan. Ia mengapresiasi jemaat yang tetap menjaga iman, persaudaraan, dan pelayanan di tengah masyarakat.
“Usia 81 tahun bukan waktu yang singkat. Ada perjalanan panjang dan tantangan, tetapi juga ada banyak penyertaan Tuhan yang membuat jemaat ini tetap bertumbuh dan terus melayani,” kata Yosef.
Menurut dia, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah. Gereja juga memiliki peran dalam membangun karakter, memperkuat persaudaraan, dan menjaga persatuan masyarakat.
Yosef berharap Jemaat GMIT Efata Taninri’in terus bertumbuh bukan hanya dari sisi jumlah anggota, tetapi juga dalam iman, solidaritas, dan kepedulian sosial.
“Gereja bukan hanya tempat kita beribadah, tetapi juga tempat kita membangun persaudaraan, membentuk karakter, dan belajar untuk hidup bersama,” ujarnya.
Pembangunan Gedung Baru
Peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan gedung kebaktian baru Jemaat GMIT Efata Taninri’in. Yosef mengingatkan pembangunan tersebut tidak boleh dipandang sekadar sebagai proyek fisik.
Ia meminta seluruh jemaat terlibat sesuai kemampuan masing-masing. Menurut dia, pembangunan rumah ibadah membutuhkan kebersamaan, kesabaran, pengorbanan, dan kemampuan menyelesaikan perbedaan melalui musyawarah.
“Jangan sampai pembangunan ini hanya menjadi pekerjaan beberapa orang. Ini adalah pekerjaan seluruh jemaat, sehingga semua harus mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing,” kata Yosef.
Ia juga berharap gedung baru tersebut kelak menjadi rumah bersama bagi jemaat dan mendukung pelayanan gereja dalam jangka panjang.
Pernah Rusak Akibat Longsor
Dalam penyampaian suara hati jemaat, Aprianus Mamun mengatakan pembangunan gedung baru tidak terlepas dari perjalanan panjang Jemaat GMIT Efata Taninri’in. Salah satu peristiwa yang pernah memengaruhi kondisi gereja adalah bencana longsor pada 1997 yang menyebabkan kerusakan berat pada gedung gereja.
“Gedung yang kita gunakan saat ini masih bisa dimanfaatkan, tetapi kondisi dinding sudah tidak memadai. Karena itu, pada tahun 2026, jemaat bersepakat untuk membangun gedung kebaktian yang lebih baik,” kata Aprianus.
Ia mengatakan perkembangan pelayanan jemaat juga ditandai dengan berdirinya Pos PI Sion Han sebagai jemaat mandiri. Sementara tiga Pos PI lainnya masih melanjutkan pelayanan.
Aprianus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kupang, pimpinan gereja, pemerintah, dan seluruh pihak yang mendukung pembangunan gedung kebaktian tersebut.
“Kami berharap dukungan dan kebersamaan ini terus terpelihara hingga pembangunan selesai. Kiranya gedung ini dapat menjadi tempat persekutuan dan pelayanan yang memberkati jemaat,” ujarnya.
Perayaan HUT ke-81 dan peletakan batu pertama itu turut dihadiri Ketua Majelis Sinode GMIT Pdt. Samuel Pandie, S.Th.; Kasat Pol PP Aprion Lona; Kepala Dinas PUPR Tonci Teuf; Kalak BPBD Nofliyanto Amtiran; Ketua Majelis Klasis Amarasi Barat Pdt. Doris Lopo Bois, S.Th.; Sekretaris Camat Amarasi Barat; para pendeta; serta Pj. Kepala Desa Tunbaun.





