
Crime-news.id ,KUPANG — Para musisi senior di Kota Kupang memilih panggung musik sebagai cara membantu warga terdampak bencana di Flores, Nusa Tenggara Timur. Mereka akan menggelar konser amal dan membawa gerakan tersebut ke sejumlah kabupaten mulai September hingga November 2026.
Rencana itu mendapat dukungan dari Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo. Ia menyatakan Pemerintah Kota Kupang siap membantu kebutuhan teknis dan fasilitas sesuai kewenangan pemerintah daerah, tanpa mengambil alih penyelenggaraan kegiatan.
Dukungan tersebut disampaikan Christian ketika menerima audiensi Pengurus Forum Musisi Senior Kupang-NTT di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Senin, 31 Agustus 2026. Ketua Forum Musisi Senior Kupang-NTT Welly Parera hadir bersama Erens Blegur, Hans Busa, Susan Ay, Irma Busa Kapel, dan Jack Kala.
Christian mengatakan pemerintah terbuka terhadap inisiatif masyarakat yang memiliki nilai kemanusiaan sekaligus menghidupkan seni dan budaya.
“Saya percaya bahwa tumbuh dimulai ketika kita mau mendengar,” kata Christian dalam audiensi tersebut.
Menurut Christian, pemerintah dapat membantu menyediakan tempat, tenda, kursi hingga menyebarluaskan informasi kegiatan. Namun, keputusan mengenai konsep, lokasi dan waktu konser tetap berada di tangan Forum Musisi Senior.
“Ini konser amal. Kita mau berbagi kepada saudara-saudara kita di Flores. Jangan sampai menunggu jadwal saya sehingga menghambat kegiatan,” ujarnya.
Christian meminta kegiatan tersebut tidak terlalu lama dipersiapkan. Menurut dia, masyarakat terdampak bencana masih membutuhkan bantuan, termasuk warga yang memilih mengungsi secara mandiri karena khawatir terhadap gempa susulan.
“Semakin cepat kita bergerak, semakin cepat bantuan bisa sampai kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan,” katanya.
Bantuan Pemkot Kupang
Dukungan terhadap konser amal tersebut melanjutkan penggalangan bantuan yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kota Kupang. Dari kalangan aparatur sipil negara Pemerintah Kota Kupang, terkumpul sekitar Rp135 juta. Penggalangan melalui kegiatan lainnya mencapai sekitar Rp280 juta.
Christian menilai solidaritas untuk korban bencana Flores tidak semestinya menjadi urusan pemerintah semata. Menurut dia, gerakan kemanusiaan membutuhkan keterlibatan berbagai kelompok masyarakat.
Karena itu, ia menyatakan bersedia memberikan dukungan sebagai pelindung dan penasihat kegiatan Forum Musisi Senior Kupang-NTT.
Konser Digelar hingga Kabupaten
Ketua Forum Musisi Senior Kupang-NTT Welly Parera mengatakan konser amal akan dikemas dalam bentuk roadshow. Rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung dari September hingga November 2026.
Kegiatan tidak hanya digelar di Kota Kupang, tetapi juga direncanakan berlanjut ke sejumlah kabupaten. Agenda awal dijadwalkan pada 5–6 September dan 12–13 September 2026, sebelum diteruskan pada pekan berikutnya menyesuaikan kesiapan panitia dan dukungan pihak terkait.
Welly mengatakan para musisi senior ingin menjadikan pengalaman dan kemampuan bermusik sebagai sarana menggalang kepedulian masyarakat. Penonton nantinya dapat menikmati pertunjukan musik sekaligus berkontribusi membantu warga Flores yang terdampak bencana.
Selain konser amal, Forum Musisi Senior menyampaikan gagasan menghidupkan kembali kegiatan musik dan pelestarian seni di Kota Kupang. Salah satunya melalui pengembangan kelompok musik keroncong yang dapat tampil dalam berbagai agenda pemerintah maupun kegiatan masyarakat.
Christian menyambut gagasan tersebut. Ia menilai para musisi senior memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan tradisi musik dan memperkenalkannya kepada generasi muda.
Rencana menghadirkan kembali sejumlah musisi lama dalam pertunjukan bernuansa nostalgia juga mendapat respons positif dari Wali Kota. Panggung musik, kata dia, dapat menjadi ruang untuk merawat memori, mempertemukan generasi, sekaligus memperkuat semangat gotong royong.
Dalam konteks bencana Flores, panggung itu kini memiliki fungsi lain: menjadi tempat mengubah musik menjadi solidaritas.






