
Crime-news.id ,KUPANG — Bupati Kupang Yosef Lede meninjau lokasi calon Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Senin, 7 September 2026. Peninjauan itu dilakukan setelah pemerintah kabupaten berkomunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait pengembangan kawasan nelayan di daerah tersebut.
Yosef mengatakan pemerintah daerah tidak ingin pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih berhenti pada pengusulan lokasi. Karena itu, dia turun langsung untuk memastikan kesiapan lahan yang nantinya dilaporkan kepada pemerintah pusat.
“Kami datang ke sini memastikan satu hal: Tablolong siap. Segera setelah dipastikan, laporan kami kirim ke pusat. Kami tidak mau menunda, setiap hari yang berlalu adalah kesempatan yang tertunda bagi rakyat kami,” kata Yosef dalam peninjauan tersebut.
Dalam kunjungan itu, Yosef didampingi anggota DPRD Kabupaten Kupang Absalom Buy, Kepala Dinas Perikanan, Camat Kupang Barat, Kepala Desa Tablolong, serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.
Usulan Bertambah dari Tiga Menjadi 10 Lokasi
Yosef mengatakan Kabupaten Kupang sebelumnya mengusulkan tiga lokasi untuk pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, yakni Tablolong, Uiasa, dan Hansisi. Namun, pemerintah daerah kini berencana mengusulkan hingga 10 lokasi yang tersebar di kawasan pesisir.
Menurut dia, perluasan usulan tersebut disesuaikan dengan panjang garis pantai dan potensi kelautan Kabupaten Kupang.
“Potensi perikanan di Kabupaten Kupang ini sangat luar biasa. Sebelumnya kita sudah mengusulkan tiga lokasi: Tablolong, Uiasa, dan Hansisi. Namun melihat luasnya garis pantai dan kekayaan laut kita, tiga titik saja belum cukup,” ujar Yosef.
Dia menyebut sejumlah kawasan lain yang dinilai berpotensi, antara lain Amfoang Timur, Amfoang Utara, dan Amfoang Barat Laut.
Pemerintah Kabupaten Kupang berharap penambahan lokasi tersebut dapat memperluas manfaat program Kampung Nelayan Merah Putih bagi masyarakat pesisir.
Belajar dari Kampung Nelayan Sulamu
Yosef juga merujuk pada pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Sulamu yang telah selesai dan siap dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih setempat.
Menurut dia, keberadaan fasilitas tersebut menjadi salah satu contoh bahwa program pengembangan kawasan nelayan dapat diarahkan tidak hanya untuk aktivitas penangkapan ikan, tetapi juga kegiatan ekonomi masyarakat.
Konsep serupa, kata Yosef, ingin dikembangkan di Tablolong dan sejumlah kawasan pesisir lainnya.
Fasilitas Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan, mulai dari pengelolaan hasil tangkapan hingga pengembangan usaha masyarakat. Pemerintah daerah juga berharap kawasan tersebut dapat menjadi ruang tumbuh bagi usaha mikro, kecil, dan menengah serta memperluas akses pemasaran hasil laut.
Tablolong Disiapkan sebagai Kawasan Ekonomi Pesisir
Peninjauan lahan di Tablolong menjadi bagian dari proses persiapan sebelum usulan disampaikan kepada pemerintah pusat. Yosef mengatakan lokasi yang dinilai memenuhi persyaratan akan segera dilaporkan kepada KKP.
Dia menilai pembangunan kawasan nelayan harus diikuti kesiapan masyarakat untuk mengelola dan memanfaatkan fasilitas yang dibangun pemerintah.
“Ini program luar biasa dari Bapak Presiden. Kalau kita siap mendukung, lahan tersedia, saling bekerja sama, maka fasilitas bagus, jalan bagus, dan kesejahteraan datang ke rumah kita. Tugas pemerintah membangun sarana, tugas kita bersama menjaga dan memanfaatkannya untuk kemajuan semua,” kata Yosef.
Pemerintah Kabupaten Kupang kini menyiapkan sejumlah lokasi potensial lain di sepanjang kawasan pesisir. Targetnya, sedikitnya 10 titik Kampung Nelayan Merah Putih dapat diusulkan untuk Kabupaten Kupang.
Bagi pemerintah daerah, pengembangan kawasan tersebut bukan hanya soal pembangunan fasilitas perikanan. Program itu diharapkan menjadi bagian dari upaya mengubah potensi laut menjadi sumber pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat pesisir Kabupaten Kupang.






