
KUPANG, crime-news.id | Pemerintah Kabupaten Kupang menyalurkan bantuan sosial senilai Rp700 juta kepada 14 klasis dalam rangka perayaan Paskah 2026. Penyerahan dilakukan di halaman Kantor Bupati Kupang, Oelamasi, Selasa, ( 7/4). Setiap klasis menerima Rp50 juta untuk menunjang pelaksanaan sidang gerejawi di tingkat wilayah
Langkah ini, di satu sisi, menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap kegiatan keagamaan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial masyarakat Nusa Tenggara Timur. Sidang klasis bukan sekadar forum administratif gereja, tetapi juga ruang konsolidasi umat dalam merespons persoalan sosial, ekonomi, hingga pelayanan publik di tingkat akar rumput
Acara penyerahan bantuan turut dihadiri Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Lakalena, Bupati Kupang Yosef Lede, dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki. Kehadiran para pejabat ini menegaskan bahwa agenda tersebut bukan sekadar seremoni administratif, melainkan juga memiliki bobot politik simbolik, terutama di tengah momentum keagamaan yang sarat makna
Sorotan utama justru muncul dari pelibatan Aktivis lokal, Melianus Alopada, dalam penyerahan bantuan secara simbolis. Melianus dikenal sebagai figur kritis yang kerap menyuarakan ketidakpuasan publik terhadap kebijakan pemerintah daerah. Keputusan melibatkan sosok seperti dia dapat dibaca sebagai upaya pemerintah membangun citra inklusif, merangkul bahkan mereka yang selama ini berada di barisan pengkritik
Seorang warga yang hadir dalam acara itu menyambut positif kebijakan tersebut. Ia berharap bantuan ini tidak berhenti pada aspek seremonial, melainkan benar-benar memperkuat sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan daerah
Momentum Paskah, yang sarat pesan pengorbanan dan pembaruan, memang kerap dimanfaatkan sebagai titik temu antara kepentingan spiritual dan agenda pembangunan.





