
Crimenews.KUPANG — Sekitar 500 kenshi dari 18 dojo turun ke arena Kejuaraan Shorinji Kempo Terbuka Bupati Kupang Cup V 2026. Kompetisi yang berlangsung di GOR Komitmen, Desa Oelnasi, Kecamatan Kupang Tengah, itu dibuka Bupati Kupang Yosef Lede pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Kejuaraan tersebut berlangsung hingga 4 Oktober 2026. Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kupang dan Kota Kupang, tetapi juga Kabupaten Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Sabu Raijua.
Bagi Yosef, kompetisi tahunan itu bukan semata-mata ajang mengejar medali. Ia melihat kejuaraan sebagai bagian dari proses pembinaan atlet sekaligus sarana menguji sejauh mana latihan yang selama ini dilakukan menghasilkan atlet yang siap bertanding.
“Kejuaraan Kempo Kabupaten Kupang sudah memasuki tahun kelima. Ini menunjukkan pembinaan dilakukan secara konsisten,” kata Yosef saat membuka kompetisi.
Yosef Ingin Dojo Kempo Ada di Setiap Kecamatan
Yosef mengatakan pemerintah daerah akan mendorong pengembangan Shorinji Kempo dari tingkat kecamatan. Ia menginginkan setiap kecamatan di Kabupaten Kupang memiliki dojo.
Menurut dia, perluasan dojo penting agar pembinaan tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu. Anak-anak di berbagai kecamatan juga perlu memiliki akses untuk mengenal dan berlatih olahraga tersebut.
“Jangan hanya mengandalkan kejuaraan. Pembinaan harus dimulai dari bawah. Saya ingin ada dojo di setiap kecamatan,” ujar Yosef.
Target itu, kata dia, diharapkan menjadi bagian dari pola pembinaan jangka panjang untuk menjaring atlet potensial dari seluruh wilayah Kabupaten Kupang.
Bidik Kejuaraan Nasional
Yosef juga membuka kemungkinan Kabupaten Kupang menjadi tuan rumah kejuaraan Shorinji Kempo berskala nasional. Ia menilai peningkatan level kompetisi diperlukan agar atlet lokal terbiasa menghadapi lawan dari luar daerah.
“Kalau ingin melahirkan atlet berprestasi, kualitas kompetisinya juga harus ditingkatkan,” katanya.
Menurut Yosef, kompetisi yang lebih besar akan memberi pengalaman bertanding sekaligus menjadi tolok ukur kemampuan atlet Kabupaten Kupang.
Ia juga meminta wasit dan juri bekerja secara profesional. Keputusan pertandingan, kata Yosef, harus didasarkan pada kemampuan atlet, bukan asal daerah maupun faktor lain di luar pertandingan.
“Yang berhak juara, harus juara. Jangan karena kasihan kepada peserta yang datang dari jauh, keputusan menjadi tidak objektif,” ujarnya.
Bagi Yosef, kekalahan merupakan bagian dari proses pembinaan. Atlet yang belum berhasil meraih kemenangan diminta menjadikan hasil pertandingan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kemampuan.
Kempo dan Pembentukan Karakter
Kejuaraan Bupati Kupang Cup V juga diharapkan tidak berhenti pada pencapaian prestasi olahraga. Yosef menyebut disiplin, sportivitas, keberanian, dan mental bertanding sebagai nilai yang perlu dibangun melalui olahraga.
Mewakili Ketua Umum Perkemi Provinsi Nusa Tenggara Timur George Hadjo, salah satu pengurus Perkemi menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap pembinaan Shorinji Kempo.
Menurut dia, kesinambungan kompetisi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga proses pembinaan atlet. Atlet Kempo NTT, kata dia, telah berkontribusi dalam sejumlah kompetisi tingkat nasional dan internasional.
Ketua Perkemi Kabupaten Kupang Bobby Pakh mengatakan kompetisi tersebut menjadi kesempatan bagi para kenshi mengevaluasi hasil latihan sekaligus membangun mental bertanding.
“Menanglah dengan terhormat. Apabila harus kalah, terimalah sebagai pelajaran untuk bangkit menjadi lebih kuat,” kata Bobby.
Ia berharap dukungan terhadap pembentukan dojo di setiap kecamatan dapat diwujudkan secara bertahap sehingga proses pencarian dan pembinaan atlet berlangsung lebih dekat dengan masyarakat.
Kejuaraan Bupati Kupang Cup V 2026 mempertemukan ratusan kenshi selama tiga hari. Dari arena di Oelnasi, pemerintah daerah berharap pembinaan Kempo tidak berhenti pada kompetisi tingkat daerah, tetapi berkembang hingga mampu melahirkan atlet yang bersaing di tingkat nasional.
Sejumlah pejabat Pemkab Kupang hadir dalam pembukaan, antara lain Kepala Dinas Pendidikan Marthen Rahakbauw, Kepala Dinas Sosial Yulius Taklal, Kepala Dinas Peternakan Oktaviana Manulangga, Kepala Dinas Perhubungan Frits Kuhurima, Kepala Dinas Pencatatan Sipil Oktovianus Bire, Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Sony Boesday, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Benidiktus Selan, Camat Kupang Tengah Yunisthya Padja, serta para kepala desa di Kecamatan Kupang Tengah.






