
Crime-news.id ,KUPANG — Solidaritas untuk korban gempa Flores datang dari komunitas otomotif di Nusa Tenggara Timur. Yamaha NMAX Club Indonesia (YNCI) Kupang Chapter bersama sejumlah klub motor dan mobil mengumpulkan 220 paket bantuan logistik untuk warga terdampak bencana.
Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Kupang untuk selanjutnya didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak gempa di Flores.
Aksi kemanusiaan bertajuk “Bersatu untuk Flores NTT: Donasi Gempa” itu diinisiasi bersama Bold Riders Kupang. Gerakan tersebut melibatkan sejumlah komunitas dan pelaku usaha otomotif, di antaranya Garasi Racing Club (GRC), Anak Rantau King (ARKI), Dua Tak Lucu Lucu, YNCI Kupang Chapter, Sinar Sulawesi 328, Triple Beach 18, Hiyori Motor, Dinamika Motor, dan Dia Lagi Project (DLP).
Sebanyak 220 paket bantuan berisi kebutuhan pokok dan logistik harian. Bantuan antara lain berupa beras, mi instan, telur, susu, serta kebutuhan sehari-hari lainnya.
Ketua YNCI Kupang Chapter, H. Wahyudin, mengatakan penggalangan bantuan merupakan bentuk kepedulian komunitas otomotif terhadap warga Flores yang terdampak gempa.
“Tujuan utama kami melakukan aksi ini adalah untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Flores yang sedang tertimpa musibah,” ujar Wahyudin di Kupang.
Menurut dia, solidaritas tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sosial sebagai sesama warga NTT. Komunitas otomotif, kata Wahyudin, tidak hanya membangun kebersamaan melalui kegiatan di jalan raya, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan bantuan.
“Sebagai sesama anak bangsa dan warga NTT, sudah menjadi kewajiban moral kita untuk saling mengulurkan tangan di masa-masa sulit,” katanya.
Wahyudin berharap bantuan yang disalurkan melalui BNPB dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap dan pemulihan bencana.
Ia juga menyampaikan pesan kepada warga terdampak agar tetap kuat menghadapi situasi tersebut.
“Pesan kami kepada saudara-saudara kita di Flores, tetap kuat dan bersabar. Kalian tidak sendiri,” ujar dia.
Menurut Wahyudin, aksi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa kekuatan komunitas dapat diarahkan untuk kegiatan sosial dan kemanusiaan, terutama dalam merespons bencana yang menimpa masyarakat di daerah sendiri.






