
crime-news.id ,NAGEKEO — Pemerintah Kabupaten Kupang mengirim bantuan Rp1 miliar untuk warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Kupang Yosef Lede di Posko Bencana, RT 07, Kelurahan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Tak hanya uang, rombongan Pemkab Kupang membawa 1,6 ton beras serta kebutuhan pokok dan sembako. Bantuan itu kemudian disalurkan kepada warga yang terdampak bencana.
Yosef Lede datang bersama Wakil Bupati Kupang Aurum Titu Eki, jajaran pimpinan pemerintah daerah, dan anggota DPRD Kabupaten Kupang. Bantuan diterima oleh Bupati Nagekeo, Wakil Bupati Nagekeo, serta Ketua DPRD Kabupaten Nagekeo.
Yosef mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas masyarakat Kabupaten Kupang terhadap warga Nagekeo yang tengah menghadapi dampak gempa.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas seluruh masyarakat Kabupaten Kupang terhadap saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” kata Yosef.
Menurut Yosef, pemerintah daerah tidak cukup hanya mengirim bantuan. Kehadiran langsung di lokasi bencana diperlukan untuk melihat kondisi warga sekaligus memastikan bantuan sampai kepada mereka yang membutuhkan.
“Kehadiran pemerintah daerah secara langsung di lokasi bencana merupakan bentuk dukungan antardaerah dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Kedatangan rombongan Pemkab Kupang disambut warga Kelurahan Nangaroro. Perwakilan masyarakat menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan.
“Di saat kami sedang berduka, kehadiran dan bantuan ini menjadi harapan baru bagi kami untuk bangkit kembali,” ujar perwakilan warga.
Penyaluran bantuan tersebut memperlihatkan solidaritas antarpemerintah daerah di Nusa Tenggara Timur dalam menghadapi bencana. Pemkab Kupang menyatakan akan memantau perkembangan kondisi warga terdampak dan membuka kemungkinan memberikan bantuan lanjutan bila diperlukan.
Bagi warga Nagekeo, bantuan itu bukan semata soal nilai material. Di tengah situasi darurat akibat gempa, kedatangan pemerintah daerah dari kabupaten lain menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.






