
Crime-news.id,KUPANG — Bupati Kupang Yosef Lede memimpin langsung rombongan Pemerintah Kabupaten Kupang dan DPRD menuju Pulau Flores untuk menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak gempa bumi. Rombongan bertolak dari Pelabuhan Tenau, Kupang, Sabtu, 29 Agustus 2026, sekitar pukul 09.30 Wita.
Yosef tidak hanya mengirim bantuan melalui pemerintah atau lembaga kemanusiaan. Ia bersama Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, Sekretaris Daerah Mateldius S.J. Sanam, sejumlah anggota DPRD, serta pimpinan organisasi perangkat daerah ikut dalam perjalanan menuju Flores.
Keberangkatan itu menjadi bentuk solidaritas Pemerintah Kabupaten Kupang terhadap masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana. Bantuan logistik dan kebutuhan penanganan darurat dihimpun dari pemerintah daerah, DPRD, ASN, petani, serta masyarakat Kabupaten Kupang.
Yosef: Bantuan Tak Seberapa, Kehadiran yang Penting
Sebelum meninggalkan Pelabuhan Tenau, Yosef mengatakan bantuan yang dibawa mungkin tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat terdampak. Namun, ia berharap kehadiran rombongan dari Kabupaten Kupang dapat memberikan dukungan moral bagi warga.
“Bantuan yang kami bawa mungkin tidak seberapa dibandingkan kehilangan yang dialami. Tapi semoga kehadiran kami dan bantuan ini menjadi tanda bahwa kalian tidak sendirian,” kata Yosef.
Menurut dia, solidaritas antarmasyarakat di Nusa Tenggara Timur diperlukan ketika salah satu wilayah mengalami bencana.
“Kami ada. Kami peduli. Flores pasti bisa bangkit kembali,” ujarnya.
Pemkab dan DPRD Bergerak Bersama
Dalam misi kemanusiaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kupang tidak bergerak sendiri. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kupang ikut dalam rombongan bersama jajaran pemerintah daerah.
Kebersamaan tersebut menunjukkan adanya dukungan lintas unsur pemerintahan daerah dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan yang dibawa berupa logistik dan kebutuhan penanganan darurat. Bantuan itu merupakan hasil partisipasi berbagai unsur di Kabupaten Kupang.
Yosef mengatakan bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama masa penanganan bencana.
“Flores Tidak Sendiri”
Perjalanan dari Tenau menuju Flores menjadi simbol solidaritas antardaerah di Nusa Tenggara Timur. Kabupaten Kupang dan Flores memang dipisahkan laut, tetapi hubungan sosial dan rasa persaudaraan tetap menjadi alasan rombongan menempuh perjalanan tersebut.
“Kalian tidak sendiri,” kata Yosef.
Ia berharap masyarakat Flores dapat segera melewati masa sulit akibat bencana dan kembali bangkit.
“Flores bangkit, NTT bangkit,” ujar Yosef.






